Cinta Itu Seperti Menunggu Bis Saja
Published by Yaser Alkatani, feb 26, 2012 at 3:12 AM
Sebuah
bis datang, dan kau bilang, "Wah...terlalu sumpek dan panas, nggak bisa
duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"
Kemudian,
bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang
asik nih dan kok gak cakep begini... nggak mau ah.."
Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.
Bis
keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu
bilang, "Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan". Maka kamu membiarkan bis
keempat pergi..
Waktu
terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke
kantor. Ketika bis kelima datang, kau sudah tak sabar, kamu langsung
melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar
kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kau
tuju!
Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..
Moral
dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar
'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang
100% memenuhi keidealan kita. Dan kau pun sekali-kali tidak akan pernah
bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.
Tidak
ada salahnya memiliki persyaratan untuk 'calon', tapi tidak ada
salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila
ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kau masih bisa
berteriak 'Kiri !' dan keluar dengan sopan.
Maka
memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung
pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju
kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang
dikasihi.
Cerita
ini juga berarti, kalau kau benar-benar menemukan bis yang kosong, kau
sukai dan bisa kau percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kau
dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu.
Untuk dia memberi kesempatan kau masuk ke dalamnya. Karena menemukan
yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat
berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.
Bis seperti apa yang kau tunggu?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar