Selasa, 16 Oktober 2012

Filosofi joker menurut aku


“A joker is a little fool who is different from everyone else. He’s not a club, diamond,heart, or spade. He’s not an eight or a nine, a king or a jack. He is an outsider. He is placed in the same pack as the other cards, but he doesn’t belong there. Therefore, he can be removed without anybody missing him.”
(Jostein Gaarder – The Solitaire Mystery )

Joker, si sinis sedih lucu bodoh pemain cadangan, yang hanya dimainkan sebagai kartu bantuan atau kartu pengganti saja. Seperti sebagai pemain cadangan, joker tidak dimainkan sebagai pemain pembuka, ia hanya mengikuti arus. Apabila sekitarnya hati, menjadi hati-lah ia, apabila sekitarnya sekop, menjadi sekoplah ia.

Joker adalah bunglon, entah bagaimana ia selalu bisa melaksanakan tugas-tugas dari posisi yang didudukinya. Baik tugas seorang prajurit muda, ataupun menggantikan raja yang ditawan.
Joker adalah pengkhianat. Ia bisa saja membantu keempat raja secara bergantian, kala pertempuran satu ia akan menggantikan raja hati, pertempuran berikutnya ia akan menggantikan prajurit sekop. Ia hanya muncul di tengah kerulunan dan meneriakkan maunya untuk membantu. Ia berteman dengan siapa yang membutuhkannya. Wajik, Sekop, Hati, Keriting. Semua dibantu asalkan sedang mendominasi. Ia tidak setia pada satu kerajaan, pada satu kepentingan, namun bermain-main di antara kepentingan-kepentingan tersebut.
Joker bisa melakukan kudeta, apabila salah satu pejabat kerajaan atau prajuritnya dalam posisi tersembunyi atau di tangan lawan, ia akan menyeruak dan menggantikan posisi tersebut. Dan membantu memberi kemenangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar